Pola Pertahanan Bola Basket (Defense)

Pola pertahanan bola basket merupakan bagian dari strategi dalam permainan bola basket yang tidak boleh diabaikan. Tujuan dari srategi bertahan adalah untuk menghalangi regu lawan untuk mencetak angka. Dalam hal ini, diperlukan latihan-latihan khusus untuk mengenal pola-pola pertahanan bola basket ini.

Untuk menjadikan suatu tim mampu dan mahir bertahan dengan kompak antar pemain lain dimulai dengan teknik pertahanan individu pemain. Dan setelah dikira pertahanan individu dinilai cukup baik, maka selanjutnya dilatih mengenai pertahanan beregu bola basket.

Pola Pertahanan Individu

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa sebelum berlatih pertahanan beregu, sebaiknya setiap pemain berlatih untuk melakukan latihan pertahanan individu. Setelah dirasa cukup baik dalam pertahanan individu, selanjutnya baru berlatih pertahanan tim atau regu.

Untuk dapat melaksanakan pola pertahanan bola basket individu, setiap pemain diharapkan selalu berkonsentrasi terhadap suatu pertandingan, atau ketika diberikan tugas menjaga seorang pemain lawan. Karena keteledoran 1 pemain akan berakibat pada permainan tim dan tentunya hasil pertandingan.

Salah satu prinsip dasar ketika melakukan penjagaan individu adalah pengambilan posisi dalam melakukan penjagaan dan penjagaan terhadap ring basket agar tidak kemasukan.

Seorang pemain yang sedang bertahan harus selalu waspada terhadap pemain yang sedang menyerang, meskipun lawan sedang tidak menguasai bola. Karena yang patut diwaspadai dari seorang penyerang adalah pergerakan tanpa bola.

Biasanya setelah mengoperkan bola ke pemain lain, selalu dilanjutkan dengan gerakan Cutting berusaha mencari celah untuk melakukan tembakan.

Dalam pertahanan, foot work atau gerakan kaki sangatlah penting. Bahwa usaha untuk menutup jalan dan mematikan penyerangan seorang penyerang adalah dengan kecepatan gerakan kaki. Artinya kecepatan reaksi terhadap setiap pergerakan penyerang sehingga dapat menutup pergerakan penyerang.

Pola pertahanan individu bola basket
Pola pertahanan individu

Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan ketika melakukan penjagaan individu adalah sebagai berikut:

  1. berdirilah di antara lawan dan ring basket yang dijaga
  2. kalau bola jauh dari lawan yang dijaga, maka kedudukan menjaga dapat sedikit longgar
  3. seorang pemain bertahan harus bermain penuh waspada. Jangan terlalu fokus terhadap satu pemain saja, namun harus juga memperhatikan pergerakan dari penyerang lain.

Teknik-teknik penjagaan individu yang perlu kamu ketahui adalah sebagai berikut;

Menjaga penyerang melakukan Cuttin

Teknisnya adalah ketika melakukan penjagaan terhadap pemain yang melakukan cutting yaitu pada penggunaan tangan tangan penjaga direntangkan dengan maksud agar pemain yang melakukan cutting tidak ada peluang untuk menerima operan.

Menjaga pemain yang melakukan cutting dikatakan berhasil apabila seorang penyerang yang melakukan cutting tersebut merasa tidak mampu untuk menerima bola dari temannya. Perlu di ingat oleh penjaga adalah usahakan untuk menghindari pelanggaran yang tidak perlu.

Apabila ketika melakukan penjagaan terhadap pemain yang melakukan cutting terlepas atau tertinggal dalam hal kecepatan reaksi, yang harus dilakukan oleh pemain bertahan adalah dengan mengambil sikap yang agak longgar. Namun tidak melepaskan pengawasannya terhadap pemain tersebut dari posisi yang tidak terlalu dekat.

Penjagaan terhadap pemain yang melakukan cutting
Penjagaan terhadap pemain yang melakukan cutting

A = Pemain Bertahan
I = Pemain menyerang

Menjaga penyerang yang melakukan Dribbling

Teknisnya adalah dengan mendesak seorang penyerang yang melakukan dribbling agar menjauhi daerah pertahanan. Ketika menjaga pendribel, usahakan tangan direntangkan dan sekali-kali mengikuti irama bola yang dipantulkan oleh penyerang.

Penjaga harus tetap mendesak pendribel ke daerah-daerah yang sempit atau daerah tepi lapangan dengan harapan seorang pendribel melakukan kesalahan.

Dan apabila si pendribel berhenti menggiring dalam daerah tembakan, maka seorang penjaga harus lebih mendesak pendribel serapat-rapatnya. Dengan kedua tangan mengikuti pergerakan bola yang dikuasai oleh pendribel. Jangan sampai si penyerang tidak bias melakukan passing ke temannya.

Menjaga pendribel
Menjaga pendribel

Menjaga pemain yang melakukan Pivot

Berdasarkan gambar di atas, bahwa penjagaan terhadap pemain yang melakukan Pivot sangatlah sulit, karena kedudukan bola terhalang oleh tubuh penyerang yang melakukan pivot. Namun dalam pelaksanaannya, seorang penjaga harus berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga agar seorang penyerang tidak dapat bergerak leluasa.

Ketika melakukan penjagaan salah satu tangan penjaga diangkat keatas untuk mencegah penyerang melakukan operan dan melakukan tembakan. Dan apabila si penyerang akan melakukan tembakan, maka penjaga harus mendekati si penembak dan mencoba menutupi tembakan dengan tangan.

Menjaga pemain yang melakukan Pivot
Menjaga pemain yang melakukan Pivot

Yang perlu diperhatikan ketika menjaga pemain pivot adalah kontak badan dengan si penyerang, karena akan mengakibatkan pelanggaran bagi si penjaga.

Defensive Rebound

Keterampilan dalam melakukan defensive rebound perlu dilatih secara khusus. Karena memerlukan teknik-teknik tertentu dalam melakukan defensive rebound.

Meskipun tubuh si pemain bertahan tersebut lebih tinggi dari pemain penyerang, namun dalam hal rebound perlu teknik-teknik khusus agar bola dapat dikuasai oleh tim penjaga.

Defensive Rebound pada bola basket
Defensive Rebound pada bola basket

Ketika akan melakukan rebound, seorang pemain penjaga harus mengetahui posisi-posisi jatuhnya bola setelah memantul. Lalu ketika bola masih berada di atas, usahakan agar badan kita berada satu langkah di depan pemain lawan yang sama-sama akan melakukan rebound.

Ketika sikap badan sedang menutup atau mengadang atau membelakangi lawan, pertahankan posisi tersebut dengan menekan tubuh ke belakang.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan teknik rebound adalah sebagai berikut:

  • Hadang dengan menggunakan badan yang agak di dorong ke belakang supaya mencegah lawan menguasai bola.
  • Setelah melakukan rebound, amankan bola terlebih dahulu. Setelah kiranya aman, baru melakukan serangan balik.

Berikut adalah pola setelah melakukan rebound dan dilanjutkan dengan melakukan serangan balik yang cepat:

Pola rebound dan Passing
Pola rebound dan Passing

Keterangan:

1 = Pemain Bertahan
X = Pemain Penyerang

Pola Pertahanan Beregu

Teknik atau pola pertahanan beregu bola basket memerlukan komunikasi antar pemain dalam tim, karena komunikasi pemain memiliki peranan dalam menentukan kesuksesan dalam melakukan defense. Dengan komunikasi kita dapat saling mengingatkan apabila ada pemain penyerang yang mencoba menorobos pertahanan.

Dalam pertahanan beregu bola basket dikenal pula dengan istilah pertahanan daerah (zone defense). Di dalam pertahanan daerah, setiap pemain mendapatkan tugas untuk mempertahankan daerah tertentu di dalam daerah pertahanannya.

Keuntungan yang didapat ketika sebuah tim melakukan strategi zone defense adalah sebagai berikut:

  • Sangat efektif untuk melawan regu yang lemah dalam penguasaan bola
  • Sangat berguna bila pemain cadangan tidak cukup
  • Mencegah terjadinya penerobosan oleh pemain lawan.
  • Sangat efektif untuk melawan tim yang selalu mengandalkan teknik dribbling dalam melakukan penyerangan
  • Besar kemungkinan untuk melakukan serangan kilat setelah melakukan defensive rebound.

Berikut adalah pola-pola dalam melakukan pertahanan daerah (zone defense) dalam bola basket:

Pola pertahanan 1-1-3

Pola pertahanan 1 1 3
Pola 1-1-3

Pola 1-2-2

Pola pertahanan 1 2 2
Pola pertahanan 1-2-2

Pola 1-3-1

Pola pertahanan 1 3 1
Pola pertahanan 1-3-1

Pola 3-2

Pola pertahanan 3 2
Pola pertahanan 3-2

Beberapa pengetahuan tambahan untuk membantu Anda lebih mengenal permainan bola basket:

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button