Pengertian dan Teknik Rebound dalam Bola Basket

Rebound merupakan salah satu istilah dalam bola basket yang sangat penting untuk dikuasai. Karena selain untuk mengambil alih possession, rebound juga berguna untuk menghentikan potensi second chance yang dapat berujung pada penambahan poin untuk lawan.

Melakukan rebound dalam bola basket adalah tugas utama seorang forward yang bekerja keras di point area, biasanya biasanya bertubuh tinggi dan kuat.

Pengertian Rebound

Rebound adalah suatu istilah dalam permainan bola basket  dimana seorang pemain menangkap atau mendapatkan bola pantul yang tidak berhasil masuk yang ditembakkan oleh pemain lain.

Berapa poin dari hasil rebound?

Ada dua tipe rebound yaitu, rebound ofensif artinya lemparan yang gagal dalam satu tim diambil oleh teman yang masih satu tim kemudian coba shoot lagi, jika berhasil masuk maka tim kamu dapat dua poin.

Sebelum membaca teori bagaimana cara melakukan rebound, kamu bisa perhatikan video praktik berikut ini.

Simak bagaimana teknik dan cara melakukan rebound selengkapnya.

Teknik Rebound dalam Bola Basket

Teknik Rebound dalam Bola Basket

Berbeda dengan teknik dasar bola basket lainnya, pada posisi memperebutkan rebound kedua tim memiliki peluang yang sama (50:50) sehingga sering terjadi adu fisik untuk mendapatkannya.

Keunggulan fisik seperti tinggi, kekuatan badan, dan loncatan menjadi kunci utama untuk memenangkan bola rebound. Namun beberapa pemain yang tak memiliki keunggulan fisik ini terlihat masih sering mendapatkan rebound.

Cara melakukan teknik rebound dalam permainan bola basket adalah sebagai berikut:

  1. Berdiri dengan kedua kaki dengan sikap ingin meloncat ke atas.
  2. Setelah bola memantul dan tidak berhasil masuk. Lakukan loncatan setinggi mungkin dengan tangan ke atas ingin menangkap bola pantulan yang tidak masuk.
  3. Posisi badan ketika di udara lurus, begitu juga dengan posisi tangan ke atas bersiap untuk menangkap bola pantulan.
  4. Pandangan mengarah ke bola, kemudian menangkap bola ketika telah mencapai loncatan tertinggi.
  5. Setelah menangkap bola dan badan mulai turun ke bawah, segera mungkin untuk menarik bola ke depan dada atau perut.
  6. Di saat mendarat dengan kedua kaki harus rileks atau tidak kaku.

Rebound umumnya didahului oleh pergerakan serentak tim yang membentuk suatu formasi untuk mengamankan pantulan bola tersebut.

Gerakan tersebut disebut Box Out, dalam upaya menghalau pemain offensive lawan melakukan penetrasi ke paint area, pemain-pemain belakang melakukan Box Out sehingga memudahkan pemain tertentu untuk mengambil rebound tanpa meloncat.

Rebound juga dipengaruhi oleh penempatan posisi yang baik dari pemain yang mengambilnya. Posisi ini pun dikombinasikan dengan kemampuan pemain membaca arah rebound yang datang serta gerakan untuk keluar dari penjagaan pemain lain.

Untuk lebih jelasnya, simak cara melakukan rebound secara tahap berikut ini.

1. Temukan posisi bagus di lapangan

Sebelum tembakan dilakukan dan melayang di udara, cari posisi yang paling baik. Pertama, lihat pemain lain dalam tim anda dan pastikan anda tidak menghalangi jalan rekan satu tim.

Jika tidak ada teman satu tim anda yang dekat dengan ring, maka anda bisa bergerak masuk dan melakukan rebound. Komunikasikan dengan rekan satu tim kamu dengan kode seperti “shot atau tembak” saat bola naik.

  • Baik pemain defensif atau ofensif harus terus mencari celah untuk melakukan rebound, sebab rebound sangat penting dalam permainan bola basket sehingga harus dicari sebanyak mungkin.
  • Jika yang melakukan tembakan ke ring adalah kamu sendiri, maka ikuti tembakan tersebut dan cobalah cari celah untuk melakukan rebound jika bola tersebut gagal masuk ke dalam ring.
  • Biasanya tembakan pertama yang dilakukan belum tentu langsung masuk ke dalam ring sehingga kamu harus sudah bersiap untuk melakukan rebound.

2. Posisikan tubuh serendah mungkin

Jika bukan kamu yang melakukan tembakan, maka cara terbaik untuk bersiap melakukan rebound adalah dengan memposisikan tubuh serendah mungkin. Ini harus dilakukan sebab anda membutuhkan lompatan ke udara untuk menangkap bola basket yang gagal masuk ke dalam ring.

Kamu juga kemungkinan membutuhkan blokir pada pemain lawan supaya bisa melakukan rebound yang disebut dengan boxing out dengan cara mengambil posisi setengah jongkok sehingga bisa menghalangi pemain lawan. Namun, saat anda akan memblokir lawan, berhati hatilah supaya tidak melakukan pelanggaran dalam bola basket.

  • Pakai kaki anda untuk menjaga pemain supaya tidak menghalangi antara anda dengan ring. Tekuk sedikit area lutut dan rentangkan kaki anda sehingga tubuh bisa dibuat lebih besar. Ini sangat berguna untuk menghalangi pemain yang ada di belakang anda yang juga bersiap siap untuk melakukan rebound.
  • Perhatikan arah bola dan siapkan kaki anda sehingga siap untuk bergerak dan melompat saat bola turun.

3. Rentangkan tangan

Jaga juga agar tangan dan lengan tetap terbuka lebar yang bisa membuat jangkauan anda semakin luas sekaligus memblokir pemain lawan dan tetap taati peraturan permainan bola basket.

Ini juga berguna untuk mempersiapkan lengan anda dalam menangkap bola basket yang gagal masuk ke dalam ring. Pada saat kesempatan rebound datang, anda hanya perlu melompat dan meraih bola tersebut secepatnya.

Dalam posisi ini, pemain lawan juga mungkin akan menghalangi tangan anda supaya tetap berada di bawah sehingga merentangkan tangan menjadi sangat penting saat akan melakukan rebound.

4. Block lawan jika diperlukan

Pemain juga perlu menghalangi lawan untuk mencapai ring apabila memang benar benar diperlukan. Bisa memakai tangan atau kaki untuk memposisikan diri di antara pemain lawan dengan ring.

Jika mengambil posisi seperti sedikit berjongkok dan merentangkan tangan, maka ini sudah cukup untuk menghalangi lawan main dalam melakukan rebound namun tetap awasi lawan yang ada di belakangmu.

  • Dorong pemain lain yang ada di belakang anda dengan cara merentangkan tangan dan kaki lebar lebar untuk memastikan pemain lawan tetap berada di belakang anda.
  • Bersiap untuk mencari posisi lain saat pemain lawan berada di sekeliling anda.
  • Jika diperlukan, anda bisa bergerak ke belakang untuk menekan lawan menjauhi ring.
  • Hindari menghalangi lawan yang berada di dekat ring sebab ia bisa melompat dengan lebih mudah melewati anda dan mendapatkan rebound.

5. Lompat untuk menjemput bola

Saat anda melihat tidak berhasil masuk ke ring dan menyentuh bagian pinggir ring, maka segera rentangkan tangan anda untuk meraih bola secepatnya untuk mendapatka rebound.

  • Lakukan gerakan lebih agresif untuk menjemput bola sebab jika anda ragu rau melompat, maka lawan anda akan melakukan lompatan sehingga kesempatan anda mendapatkan rebound jadi lebih sedikit.
  • Meskipun pemain lawan sudah melompat lebih dulu, ambillah resiko untuk melakukan lompatan sebab mungkin saja anda yang mendapatkan rebound tersebut.
  • Tetap rentangkan tangan anda tinggi ke arah atas mendekati bola dan jangan lepaskan pandangan dari bola sambil mengikuti arah bola sehingga bisa mengarahkan genggaman anda dengan baik.

6. Tahan bola dengan badan

Saat anda mendapatkan bola rebound, tahan bola tersebut dekat dengan dada untuk melindungi bola dari pemain lawan saat anda selesai melakukan lompatan.

  • Perluas siku keluar dalam posisi defensive sehingga bisa menghalangi lawan untuk merebut bola yang ada di tangan anda.
  • Saat anda mendarat sesudah melakukan lompatan, tarik bola ke arah dagu untuk bersiap melakukan passing ke teman satu tim anda.

7. Persiapkan untuk passing bola

Setelah bisa meraih bola rebound, maka perhatikan lapangan dan cari rekan satu tim yang ada dalam posisi terbuka untuk melakukan passing bola yang sedang anda pegang. Lakukan passing secepatnya agar bola tersebut segera bisa dimasukkan ke ring lawan.

  • Jika anda mendapatkan rebound offensif, maka usahakan untuk memasukkan bola kembali ke dalam ring.
  • Jika anda tidak mendapatkan kesempatan menembak yang terbuka, maka passing bola tersebut atau dribble bola keluar untuk mencari posisi yang lebih baik.
  • Jika anda melakukan rebound dari bola yang baru saja anda tembakkan, usahakan sesegera mungkin untuk memasukkan bola itu kembali ke dalam ring jika anda mendapatkan kesempatan menembak yang terbuka.

Macam-Macam Rebound

Macam Macam Rebound

Rebound terbagi menjadi dua yakni Offensive Rebound dan Defensive Rebound, keduanya hanya dibedakan oleh area operasinya saja. Namun untuk mempraktikkannya, kedua teknik rebound ini memiliki prioritas gerakan yang berbeda.

Umumnya defensive rebound lebih mudah untuk didapatkan karena beberapa pemain menerapkan antisipasi bola pantul sedangkan offensive rebound akan lebih sulit didapatkan karena harus berhadapan dengan barisan pemain bertahan lawan yang juga siap untuk mengantisipasi bola pantul tersebut.

Berikut penjelasan lengkap terkait dua jenis rebound ini.

1. Offensive rebound

Offensive Rebound adalah upaya untuk menangkap bola rebound di paint area lawan karena shooting dari rekan tim yang gagal menemui target. Offensive rebound harus dilakukan dengan cermat karena tidak mudah untuk masuk ke area pertahanan lawan dengan hanya menggunakan gerakan biasa.

Perpaduan antara kekuatan fisik dan posisi menjadi kunci untuk offensive rebound ini. Sedangkan gerakan box out secara otomatis dilakukan lebih kuat oleh tim lawan sehingga ketika mempraktikkannya di area lawan akan sangat sulit.

2. Defensive rebound

Rebound ini menjadi salah satu gerakan terpenting untuk menjauhkan tim dari potensi kekalahan. Defensive Rebound yang baik adalah 100% keberhasilannya, dan pemain belakang harus mengantisipasi semua rebound yang datang. Karena jika lengah satu detik saja, maka bola tersebut kemungkinan akan berpindah ke tim lawan.

Box Out adalah upaya antisipasi awal yang wajib dilakukan sebelum mengambil rebound jenis ini, karena box out juga merupakan upaya komunikasi untuk membentuk pertahanan yang kuat dan kokoh. Serta memudahkan pemain lainnya untuk mengambil rebound dengan baik.

Dengan keberhasilan momen ini, maka kesempatan untuk menang akan semakin besar karena tim hanya perlu memastikan setiap possession menghasilkan angka.

Latihan Rebound

Latihan Rebound

Agar seorang pemain basket dapat memanfaatkan bola rebound dengan baik, dibutuhkan beberapa latihan yang perlu dilakukan, yaitu antara:

1. Latihan menyentuh ring basket

Latihan menyentuh ring basket dilakukan agar dapat membuat lompatan yang lebih eksplosif dan tepat pada sasaran.

Cara melakukan latihan ini sangatlah mudah, cukup dengan melompat setinggi mungkin sambil menyentuh ring basket. Anda bisa memberi sedikit variasi latihan agar tidak membosankan.

2. Latihan tips

Latihan tips dilakukan dengan cara memantulkan bola terlebih dulu sebanyak 5 kali menggunakan tangan kiri sambil melompat kemudian untuk pantulan bola yang terakhir bisa diteruskan dengan shooting langsung ke ring.

Setelah itu lakukan latihan yang sama dengan telapak tangan kanan. Saat latihan pengontrolan bola harus baik.

3. Latihan box out

Cara melakukan latihan box out dapat dengan meminta bantuan 2 orang pemain lagi.

Cara melakukannya cukup mudah, yaitu dengan 2 orang berhadapan di bawah ring untuk saling memperebutkan bola rebound. Sedangkan 1 orang melakukan tembakan ke ring, saat bola tidak masuk, bola pantul tersebut bisa jadi rebutan oleh 2 orang pemain yang berada di bawah ring. Dan pemain yang mendapatkan bola bisa melakukan shooting langsung ke ring atau melakukan gerakan pivot untuk melindungi bola.

Istilah dalam Rebound Bola Basket

Istilah dalam Rebound Bola Basket

Box out

Box Out adalah gerakan tim atau perseorangan dengan upaya untuk menjauhkan pemain lawan dari area tertentu seperti arah pantulan bola dan upaya mereka untuk mendapatkan offensive rebound. Box out menjadi menu wajib yang harus dikuasai setiap pemain karena memiliki peran penting untuk menjaga possession.

Sekilas box out berperan seperti screen dalam permainan Pick and Roll & Pick and Pop. Perbedaannya, box out justru membentangkan tangan sedangkan Screen menutup tangan dan gerakan seperti patung.

Putback

Putback adalah offensive rebound yang dilakukan tanpa melakukan dribble kembali atau langsung menceploskan bola liar yang berada di area pertahanan lawan.

Putback biasanya dilakukan secara instant oleh pemain yang datang dari sisi yang tak mudah diantisipasi. Putback juga bisa menjadi dua hal yakni putback slam (dunk) dan putback layup.

Putback slam paling sering kita lihat karena umumnya pemain-pemain yang mendapatkan bola rebound adalah mereka yang memiliki fisik bagus.

Tip in

Tip In hampir sama dengan putback, perbedaannya adalah tip in dilakukan tanpa menguasai bola, atau bahkan hanya menyentuh bola menggunakan jari saja untuk membantu bola pantul masuk ke ring basket.

Tip in dapat dilakukan oleh upaya shooting yang gagal dari percobaan pertama, ataupun dari shooting rekan tim.

8 Kualitas Basketball Rebound

Kualitas Basketball Rebound

Delapan kualitas basketball rebound adalah:

  1. Mengejar bola basket.
    Pemain tidak harus berdiri masih saat tembakan naik – sebaliknya mereka harus pergi agresif setelah bola. Great rebounders selalu berpikir bahwa rebound tersebut adalah milik mereka.
  2. Menetapkan posisi rebound yang baik.
    Ketika tembakan diambil, pemain cepat harus menentukan rincian sebagai berikut: Lokasi menembak, busur bola, dan di mana pemain lain ditempatkan di pengadilan. Pemain kemudian harus pindah ke bola rebound.
  3. Membentuk keseimbangan tubuh yang tepat.
    Sekali seorang pemain dalam posisi rebound yang baik, mereka harus menyebarkan kaki mereka sekitar lebar bahu terpisah dengan menekuk lutut mereka sedikit. Dalam posisi ini, pemain dapat bergerak sisi ke sisi dengan cepat dan juga dalam posisi melompat yang baik. Hal penting lainnya adalah bagi pemain ingat untuk tetap di bola kaki mereka, tidak datar berkaki. Sekali lagi, ini membantu mereka bergerak dan melompat lebih baik.
  4. Kotak keluar lawan.
    Sekali seorang pemain telah membentuk posisi yang baik dan seimbang yang baik, mereka harus kemudian kotak keluar lawan mereka. Hal ini dilakukan dengan mendapatkan antara mereka dan keranjang secepat mungkin dan kemudian memulai kontak dengan mereka menggunakan sisi belakang mereka. Pemain harus siap untuk kontak – rebound adalah aspek yang paling fisik dari permainan.
  5. Memiliki keinginan dan ketangguhan mental dan fisik.
    Rebounders besar memiliki sikap bahwa setiap tembakan terjawab adalah rebound mereka. Mereka memiliki papan. Sikap ini membantu mereka mengembangkan keinginan tak tergoyahkan dan agresivitas.
  6. Benar waktu melompat untuk bola.
    Setelah pemain menetapkan posisi yang baik dan keseimbangan, dan tegas kotak keluar lawan mereka – mereka sekarang perlu melompat untuk bola. Sebuah mis-loncat berjangka waktu dapat biaya pemain rebound. Dengan menonton menembak dan kemudian membaca di mana ia akan memantul, pemain akan lebih mampu tepat waktu melompat mereka.
  7. Lindungi bola setelah rebound.
    Ada beberapa cara bagi pemain untuk melakukan ini: Pegang bola di atas kepala mereka; Chin bola, atau Hug dekat bola ke tubuh mereka. Bagaimana seorang pemain melindungi bola akan tergantung pada bagaimana pelatih mereka mengajarkan aspek rebound. Tujuan utama di sini adalah untuk melindungi bola setelah itu rebound. Jangan biarkan lawan mendapatkannya kembali.
  8. Mengembangkan tangan lembut dan kontrol ujung jari. Soft tangan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan pemain ‘untuk menangani basket terlepas dari seberapa keras atau lembut itu datang pada mereka. Mereka tampaknya mampu mengendalikan segala sesuatu. kontrol ujung jari memungkinkan mereka untuk ujung rebound untuk sendiri atau ke rekan satu tim.

Ini adalah kualitas rebound penting yang memberikan keuntungan besar pemain di papan.

Source
https://teknikdasar-olahraga.blogspot.com/2019/01/pengertian-teknik-rebound-dalam.htmlhttps://belajarbasket.weebly.com/8-kualitas-basketball-rebound.htmlhttps://olahragapedia.com/cara-melakukan-rebound-dalam-permainan-bola-baskethttps://brainly.co.id/tugas/3443933https://www.firmanwinardi.com/2020/05/teknik-dasar-rebound-dalam-permainan.htmlhttp://bangunbadan.blogspot.com/2018/04/pengertian-rebound-bola-basket-beserta.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close