Induk Organisasi Bola Basket Indonesia (PERBASI)

Setidaknya ada tiga induk organisasi bola basket yang perlu kita kenal:

  1. Yang pertama tentu saja induk organisasi bola basket internasional, yang bernama FIBA (Fédération Internationale de Basketball Amateur).
  2. Kedua, yang berlaku di Indonesia sendiri, yaitu PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia)
  3. Terakhir, induk organisasi negara asal olahraga basket, Amerika Serikat. Di sana ada NBA (National Basketball Association) sebagai induk organisasinya.

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia atau yang disingkat “Perbasi” adalah induk organisasi nasional bola basket Indonesia.

Perbasi didirikan pada 23 oktober 1951, dimana Maladi yang pada saat itu menjabat sebagai sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) meminta Tony Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi bola basket nasional indonesia.

Jadi atas kedua prakarsa tokoh inilah Persatuan Basketball Indonesia (Perbasi) terbentuk dengan posisi ketua diduduki oleh Tony Wen, sedangkan Wim Latumeten menjabat sebagai sekretaris.

Namun untuk menyesuaikan perbendaharaan bahasa indonesia, pada tahun 1955 namanya diubah menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dan tetap disingkat menjadi PERBASI.

Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Induk Organisasi Bola Basket Indonesia

Logo Perbasi
Logo Perbasi

Arti Lambang

  1. Warna dasar biru laut. Di tengahnya tercantum lukisan sebuah obor, olahragawan dan olahragawati yang sedang memasukkan bola ke keranjang yang dilingkari setangkai padi dan setangkai kapas.
  2. Tangkai padi berwarna kuning terdiri dari 23 butir yang berarti tanggal 23. Tangkai kapas berwarna putih, terdiri dari 10 buah berarti bulan 10. Sedangkan batang obor berwarna kuning dengan nyala api 5 lima sila dari Pancasila dan berarti tahun 51. Dengan demikian bahwa PERBASI didirkan pada tanggal 23 10 1951 atas dasar Pancasila.
  3. Arti keseluruhan dari lambang PERBASI tersebut ialah bahwa atas dasar kesetiaan terhadap masyarakat dan bangsa dengan semangat yang berkobar, olahragawan dan olahragawati Indonesia bertekad menjunjung tinggi nama bangsa dan negara untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran Indonesia.

Sejarah

Sejarah Perbasi dimulai pada tahun 1951, di mana Tony Wen dan Wim Latumeten diminta oleh Maladi yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menyusun organisasi olahraga bola basket Indonesia.

Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi bola basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia disingkat Perbasi. Tony Wen menduduki jabatan ketua serta Wim Latumeten sebagai sekretaris.

Tahun 1955 namanya diubah dan disesuaikan dengan perbendaharaan bahasa Indonesia, menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dan tetap disingkat Perbasi.

Perbasi menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari tingkat perkumpulan, pengurus cabang (pengcab) Perbasi, pengurus daerah (pengda) Perbasi, sampai kepada pengurus besar (PB) Perbasi. Dalam perjalanannya PB Perbasi telah beberapa kali berganti kepengurusan.

Di tengah-tengah gejolak revolusi bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah direbut itu, permainan Bola Basket mulai dikenal oleh sebagian kecil rakyat Indonesia, khususnya yang berada di kota perjuangan dan pusat pemerintahan Rakyat Indonesia, Yogyakarta serta kota terdekat Solo.

Nampaknya, ancaman pedang dan dentuman meriam penjajah tidak menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk melakukan kegiatan olahraga, termasuk permainan Bola Basket. Bahkan dengan dilakukannya kegiatan-kegiatan olahraga tersebut semangat juang bangsa Indonesia untuk mempertahankan tanah airnya dari ancaman para penjajah yang menginginkan kembali berkuasa semakin membaja.

Terbukti pada bulan September 1948, di kota Solo diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama yang mempertandingkan beberapa cabang olahraga, diantaranya Bola Basket. Dalam kegiatan tersebut ikut serta beberapa regu, antara lain PORO Solo, PORI Yogyakarta dan Akademi Olahraga Sarangan.

Pada tahun 1951, Maladi dalam kedudukannya selaku Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) meminta kepada Tony Wen dan Wim Latumenten untuk menyusun organisasi olahraga Bola Basket Indonesia. Selanjutnya karena pada tahun ini juga di Jakarta akan diselenggarakan PON ke-II, maka kepada kedua tokoh tadi Maladi meminta pula untuk menjadi penyelenggara pertandingan Bola Basket.

Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi Bola Basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia disingkat Perbasi. Tahun 1955 namanya diubah dan disesuaikan dengan perbendaharaan bahasa Indonesia, menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia yang singkatannya tetap sama yaitu Perbasi.

Dalam susunan Pengurus Perbasi yang pertama, Tony Wen menduduki jabatan Ketua serta Wim Latumeten, Sekretaris. Segera setelah terbentuknya organisasi bola basket Indonesia (Perbasi), organisasi ini menggabungkan diri dan menjadi anggota KOI serta FIBA.

Namun demikian, dengan terbentuknya Perbasi, tidak berarti bahwa perjuangan bangsa Indonesia untuk membina dan mengembangkan permainan Bola Basket di tanah air menjadi ringan. Tantangan yang paling menonjol datang dari masyarakat Cina di Indonesia yang mendirikan Bon Bola Basket sendiri, dan tidak mau bergabung dengan Perbasi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pada tahun 1955, induk organisasi bola basket Indonesia (Perbasi) menyelenggarakan Konferensi Bola Basket di Bandung yang dihadiri oleh utusan dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta dan Bandung.

Keputusan yang paling terpenting dalam Konferensi tersebut ialah Perbasi merupakan satu-satunya organisasi induk olahraga Bola Basket di Indonesia, sehingga tidak ada lagi sebutan Bon Bola Basket Cina dan lain sebagainya. Pada kesempatan itu juga dibicarakan persiapan menghadapi penyelenggaraan kongres yang pertama.

Kongres-kongres Perbasi yang telah diselenggarakan sejak berdirinya tahun 1951 sampai akhir tahun 1983 sebagai berikut:

  1. Kongres ke – I : Tahun 1957 di Semarang
  2. Kongres ke – II : Tahun 1959 di Malang
  3. Kongres ke – III : Yang sedianya akan dilangsungkan tahun 1961 di Manado, dibatalkan.
  4. Kongres ke – IV : Tahun 1967 di Jakarta
  5. Kongres ke – V : Tahun 1969 di Surabaya
  6. Kongres ke – VI : Tahun 1974 di Surabaya
  7. Kongres ke – VII : Tahun 1977 di Jakarta (bersamaan dengan PON IX).
  8. Kongres ke – VIII : Tahun 1981 di Jakarta (bersamaan dengan PON X).

Sejak didirikan tahun 1951, organisasi bola basket Indonesia (Perbasi) telah banyak melakukan kegiatan yang sifatnya nasional, regional dan internasional, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dalam melaksanakan pembinaan organisasi, Perbasi menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari tingkat perkumpulan, Perbasi Cabang, Pengurus Daerah Perbasi, sampai kepada Pengurus Besar Perbasi.

Di bidang pembinaan, Perbasi mengenal berbagai cara. Selain pertandingan-pertandingan dilakukan melalui jenjang organisasi vertikal, juga dikenal adanya Kejuaraan Nasional Bola Basket Antar Perkumpulan.

Disamping itu, sebagai realisasi daripada keputusan Kongres Perbasi ke VIII Tahun 1981, maka mulai tahun 1982 dilaksanakan Kompetisi Bola Basket Utama yang diikuti perkumpulan terkemuka di Pulau Jawa.

Berbeda dengan kegiatan-kegiatan lain, kompetisi ini dianggap sebagai awal pembaharuan dalam pembinaan Bola Basket Indonesia, karena dalam pelaksanaannya mengambil jalan pintas, tanpa mengikuti jalur vertikal. Hal ini langsung ditujukan pada peningkatan prestasi melalui cara yang dinilai paling cepat yakni dengan pembinaan latihan serta pertandingan yang teratur dan terus menerus sepanjang waktu.

Pengurus

Ketua Umum PP Perbasi terpilih Danny Kosasih akhirnya mengumumkan susunan induk organisasi bola basket pengurus baru induk olahraga basket Tanah Air. Kepengurusan organisasi bola basket Perbasi untuk periode 2015-2019 ini diisi oleh wajah-wajah muda yang sebelumnya memang dikenal dekat dengan bola basket.

Di dalamnya ada Hasan Gozali yang selama ini dikenal sebagai bos klub Tomang Sakti dan pernah menjadi manajer tim basket putri Indonesia. Ada pula Andiko Ardi Purnomo yang merupakan pengurus klub basket Pelita Jaya. Kemudian mantan atlet Kobatama Ariel Tigor Binafsihi. Lulusan S2 Hukum yang bekerja di salah satu televisi swasta nasional ini didaulat mengurusi masalah legal dan atlet.

Berikut susunan pengurus pusat induk organisasi bola basket Indonesia (Perbasi) periode 2015-2019:

  • Dewan Kehormatan:
  1. Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga)
  2. Anies Baswedan
  3. Erick Thohir (FIBA Central Board Member)
  4. Moreno Soeprapto (Anggota Komisi X DPR)
  5. Anggito Abimanyu (Mantan Ketua Umum Perbasi)
  • Ketua Umum: Danny Kosasih
  • Wakil Ketua Umum Bid Organisasi & Legal: Andiko Ardi Purnomo
  • Wakil Ketua Umum Bid SDM & Binpres: Zulkifli
  • Wakil Ketua Umum Bidang Humas & Usaha Dana: Hasan Gozali
  • Sekretaris Jenderal: Amran Andi Sinta
    Wakil: Agus Irianto, Nandang Roekanda
  • Bendahara Umum: Budisatrio DjiwandonoZ
    Wakil: Satrio Dimas Adityo
  • Ketua Bidang Organisasi dan Daerah: Asmin Patros
  • Ketua Bidang Legal dan Atlet: Ariel Tigor Binafsihi
  • Ketua Bidang Pengembangan SDM: M. Ahasukherus
  • Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi: Andika Bastian Kosasih
  • Ketua Bidang Humas: Tikky Suwantikno
  • Kedua Bidang Hubungan Luar Negeri: Darsen Song
  • Kedua Bidang Usaha dan Dana: Fareza Tamrella
  • Ketua Badan Tim Nasional: Syailenda S Bakrie

Visi Misi Perbasi

Visi:

Meningkatkan prestasi olahraga bola basket melalui pembinaan yang berbasis sekolah.

Misi:

  1. Menjadikan organisasi yang efektif, merangkul semua pihak, dengan personil yang kompeten, fleksibel sesuai kebutuhan sehingga tercipta komunikasi yang lancar antara pusat dan daerah.
  2. Memastikan terjadinya kompetisi tahunan yang reguler dan terjadwal.
  3. Melakukan harmonisasi program kompetisi dan pembinaan dengan jalur klub dan jalur sekolah dengan tujuan akhir reorientasi pembinaan bola basket berbasis sekolah.
  4. Meningkatkan prestasi Timnas/wakil Indonesia di ajang ASEAN dengan target yang meningkat.
  5. Melakukan perbaikan kualitas SDM yang merata di semua daerah.
  6. Menyediakan dukungan pendanaan yang pasti melalui dana kas, pemerintah pusat, pemda, donatur dan sponsor.

Prestasi

Berikut ini adalah prestasi bola basket Indonesia yang diambil dari laman resmi Perbasi.

1958Tampil pada Asia Games III di Tokyo. Timnas dilatih oleh J.C Aultman dari Amerika Serikat.
1960Peringkat ke-6 dari 7 peserta Kejuaraan Asia I di Manila. Indonesia mencetak sekali kemenangan atas Malaya (Malaysia) 98-76.
1962Peringkat ke-5 Asia Games IV di Jakarta. Gelar juara direbut Filipina, kemudian Jepang dan Korea Selatan.
1963Peringkat ke-2 Ganefo I di Jakarta. Di final Indonesia dikalahkan Cina.
1964Peringkat ke-10 dari 10 peserta Pra-Olimpiade 1964. Timnas dilatih oleh Bob Ackerman.
1965Peringkat ke-4 Turnamen Dasawarsa Konferensi Asia Afrika. Gelar juara direbut Cina, kemudian Korea Utara dan Kamboja.
1966Peringkat ke-2 Ganefo Asia I di Kamboja. Di final Indonesia dikalahkan Cina.
1967Peringkat ke-4 dari 10 peserta Kejuaraan Asia di Seoul. Indonesia mencetak 4 kali kemenangan.
1968Peringkat ke-5 dari 5 peserta Pra-Olimpiade di Meksiko. Indonesia mencetak 1 kali kemenangan atas Australia dengan skor 58 – 51
1970Peringkat ke-5 dari 5 peserta Pra-Olimpiade di Meksiko. Indonesia mencetak 1 kali kemenangan atas Australia dengan skor 58 – 51
Tim putra merebut perunggu pada Pesta Sukan di Singapura di bawah Cina Taipei dan Thailand.
1972Tim putri menduduki peringkat 4 dari 5 peserta Kejuaraan Asia IV di Cina Taipei.
1973Peringkat ke-8 dari 12 peserta Kejuaraan ABC VII di Manila.
1977Peringkat ke-13 Kejuaraan Asia IX di Kuala Lumpur. Juru kunci diduduki oleh Srilangka.
1978Tim putri menduduki peringkat ke-9 dari 10 peserta Kejuaraan Asia di Hongkong.
1979Tim putri merebut perunggu pada Sea Games X di Jakarta, setelah Malaysia dan Thailand.
1983Peringkat ke-12 Kejuaraan Asia XII di Hongkong.
1986Tim putri menduduki posisi juru kunci Kejuaraan Asia XI di Kuala Lumpur.
1987Peringkat ke-12 Kejuaraan Bola Basket ABC di Bangkok.
1988Indonesia diwakili ASABA menduduki peringkat ke-6 Kejuaraan Antar Klub Asia III. Juara direbut oleh SWIFT PABL (Phillipina), ddiikuti Liao Ning (Cina), dan Samsung (Korea).
1989Peringkat ke-10 dari 16 tim. Kejuaraan Junior Asia Putra X di Manila. Peringkat pertama diraih Cina, diikuti Cina Taipei, dan Phillipina.
Tim putra peringkat ke-4 Kejuaraan Pelajar ASEAN V di Bangkok. Peringkat pertama diraih Thailand, diikuti Malaysia dan Singapura.
Tim putri menduduki peringkat ke-4 juga. Peringkat pertama diraih Thailand, diikuti Malaysia dan Singapura.
Tim Sea Games merebut perunggu Turnamen Piala Kemerdekaan IV di Jakarta. Juara direbut Philipina, diikuti Korea.
Peringkat ke-14 dari 15 peserta Kejuaraan ABC ke-15 di Beijing. Peringkat pertama diraih Cina, diikuti Korea dan Cina Taipei. Satu-satunya kemenangan Indonesia diperoleh atas tim Bangladesh.
Meraih perunggu pada The 19th Triennial Intervarsity Games di Jakarta. Gelar juara dan running-up diraih Malaysia dan Singapura. Tim putri juga meraih perunggu.
Tim putri meraih perunggu pada SEA Games di Kuala Lumpur.
1990Tim putri menduduki peringkat ke-4 (Kategori B) dalam Kejuaraan Asia XIII di Singapura. Juara direbut Korea Utara. Sementara untuk Kategori B direbut oleh Cina.
Tim Indonesia diwakili oleh Halim Kediri menduduki peringkat ke-6 dari 7 peserta Kejuaraan Antar Klub Asia IV di Jakarta. Juara diraih oleh Lioning AG dari Cina, diikuti Bank of Korea dan Kazma dari Kuwait.
Tim putra Indonesia menduduki peringkat ke-12 dari 13 peserta Kejuaraan Asia Junior di Nagoya.
Tim putri menduduki posisi ke-9 dari 10 peserta.
1991Tim putra dan putri menjadi runner-up Kejuaraan Pelajar ASEAN di Bagiao. Kejuaraan diikuti lima negara.
Indonesia menduduki peringkat ke-14 dari 18 peserta pada Kejuaraan ABC XVI di Kobe, Jepang.
Tim putri merebut medali perak pada SEA Games XVI di Manila. Tim putra menjadi juru kunci dari 5 negara peserta.
1992Indonesia diwakili Pelita Jaya menjadi juru kunci Kejuaraan Internasional Piala William Jones di Cina Taipei.
Tim putra meraih peringkat ke-6 dari 14 peserta dalam Kejuaraan ABC Junior di Beijing. Sementara tim putri meraih peringkat ke-7 dari 10 peserta.
1993Peringkat ke-5 dari 13 dalam Kejuaraan ABC U-22 di Hongkong.
Tim putra dan putri merebut perunggu pada SEA Games XVII di Singapura.
1995Peringkat ke-12 dari 12 peserta Kejuaraan Bola Basket Asia (ABC) XVI di Shizuoka.
Tim putri meraih peringkat ke-4 dari 9 peserta SEABA di Thailand.
1996Juara SEABA II di Surabaya mengalahkan Philipina.
1997Indonesia diwakili Aspac merebut posisi ke-3 di bawah Regal (Hongkong SAR) dan Kia Motors (Korea Selatan) pada Kejuaraan Antar Klub Asia VIII di Jakarta.
Tim putri meraih perunggu pada SEA Games XIX di Jakarta setelah mengalahkan Philipina.
1998Tim putra diwakili Panasia Indosyntec menduduki peringkat ke-9 dari 10 negara Kejuaraan Antar Klub IX di Kuala Lumpur.
1999Merebut perunggu pada SEA Games XX di Brunei Darussalam. Juara direbut Phillipina, diikuti Thailand.
2000Tim putra diwakili Mahaka Satria Muda menempati peringkat ke-8 Kejuaraan Antar Klub Asia di Lebanon.
2001Tim putra merebut perak SEA Games XXI di Kuala Lumpur.
2003Tim putra dan putri Indonesia menduduki peringkat ke-5 dari 6 peserta SEA Games XXII di Vietnam. Peringkat pertama putra diraih oleh Phillipina, diikuti Malaysia dan Thailand. Peringakat pertama putri diraih oleh Malaysia, diikuti Singapura dan Philipina.
Tim putri menduduki peringkat ke-5 dari 6 peserta.
2004Tim putra menduduki peringkat ke-2 dari 5 peserta pada Kejuaraan Pelajar KU-18 di Phuket, Thailand. Peringkat pertama diduduki oleh Thailand.
Tim putri menduduki peringkat terakhir.
2005Indonesia menduduki peringkat ke-2 dari 4 peserta pada 6th SEABA Championship for Men di Malaysia, yang diikuti 5 negara. Peringkat pertama diduduki oleh Malaysia.
Indonesia menduduki peringkat ke-14 dari 16 peserta pada 23rd FIBA ASIA Championship for Men di Qatar. Peringkat pertama diduduki Cina, diikuti Lebanon dan Qatar.
Tim putri menduduki peringkat ke-3 dari 4 peserta pada 1st Phuket Women International Basketball Invitation di Phuket, Thailand. Peringkat pertama direbut Thailand, diikuti India.
2007Indonesia menduduki peringkat ke-2 dari 5 peserta pada SEA Games XXIV di Thailand. Peringkat pertama diduduki Philipina.
Tim putri menduduki peringkat ke-4 dari 4 peserta pada SEABA Championship for Women di Phuket, Thailand.
Tim putri yang diwakili Peng-Prov Jawa Tengah menduduki peringkat ke-4 dari 5 peserta pada 7th SEABA Championship for Women di Manila.
2009Indonesia diwakili tim Garuda Flexi Bandung menduduki peringkat ke-2 dari 4 peserta pada 8th SEABA Championship yang berlangsung di Medan.
Tim 3 on 3 putri menduduki peringkat ke-6 dari 16 peserta Asian Youth Games di Singapura.
Indonesia diwakili Satria Muda Britama menduduki peringkat ke-10 dari 10 peserta pada 20th FIBA CHAMPIONS CUP di Jakarta.
Indonesia diwakili Pelita Jaya Esia menduduki peringakat ke-15 dari 16 peserta pada 25th FIBA ASIA Championship for Men yang diadakan di Tianjin, Cina.
Source
Perbasihttps://sintianatia0123.wordpress.com/2016/10/12/induk-organisasi-bola-basket-nasional-perbasi-dan-internasional-fiba/https://luverz09.wordpress.com/2010/11/29/lahirnya-persatuan-bola-basket-seluruh-indonesiaperbasi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button