Peraturan Bola Basket

Permainan bola basket hanya akan ada atau berlangsung jika ada peraturan bola basket yang jelas, dan tentu saja ada kontestan yang mau saling mengadu kebolehan atau bertanding. Kontestan yang dimaksud bisa satu lawan satu, dua lawan dua, tiga lawan tiga, empat lawan empat atau satu lawan dua, dua lawan tiga dan tiga lawan empat.

Tetapi untuk permainan bola basket sebuah pertandingan yang umum adalah lima lawan lima. Lima orang dalam setiap kelompok disebut tim. Jadi setiap tim yang diizinkan berlaga di lapangan, masing-masing hanya terdiri dari lima orang.

Berikut di bawah ini adalah peraturan bola basket yang diakui dan menjadi standar internasional dalam pertandingan resmi.

Peraturan Bola Basket dan Pelanggaran dalam Permainan

1. Pemain Bola Basket

Pemain Bola Basket
Pemain Bola Basket

Sebuah tim basket terdiri dari 10 – 12 pemain, tetapi hanya 5 orang yang dibolehkan berada dalam lapangan saat pertandingan berlangsung.

Sedangkan yang lainnya duduk di bangku cadangan di pinggir lapangan. Kelima pemain harus memiliki kualifikasi atau kemampuan berlaga di posisi guard, centre dan forward.

Posisi guard atau play maker (penjaga atau pengatur serangan) haruslah seseorang yang memiliki kecepatan terbaik di dalam tim. Yaitu cepat dalam mendribel, cepat dan tajam dalam mengoper bola untuk mengatur serangan.

Guard tidak mesti tinggi postur tubuhnya, tapi haruslah seorang yang mampu membuat peluang untuk mencetak angka. Tugasnya adalah mengatur serangan bila berada di daerah pertahanan lawan. Dan mengatur pengawalan/penjagaan di daerah pertahanannya.

Posisi centre (pemain tengah-belakang) selalu berada di area bawah ring. Ia haruslah seorang pemain yang paling tinggi di antara semua pemain. Tugas utamanya adalah mencetak angka sebanyak-banyaknya, menghadang atau menghambat pemain lawan mencetak angka.

Pemain bola basket yang bertugas sebagai penyerang dinamakan forward. Posisi forward (pemain depan) selalu berada di sisi kiri dan kanan ring. Berarti ada dua pemain di posisi ini. Mereka haruslah pemain yang paling cepat dan tepat dalam mengoper bola. Mereka juga haruslah penembak/pencetak angka yang terhebat dari timnya. Tugasnya adalah melakukan gerakan manuver untuk masuk ke jantung pertahanan lawan dan mencetak angka.

Selain itu, mereka juga bertugas merayah bola pantulan bila bola hanya mengenai papan dan tidak terjadi angka. Mereka haruslah perayah bola terbaik dalam tim.

Apapun posisinya, semua pemain basket wajib memiliki keterampilan menyerang dan bertahan yang baik. Semua pemain harus mampu menembak dengan akurat, mendribel dengan cepat, mengoper bola dengan cepat dan tepat sasaran, serta kemampuan menangkap bola yang baik (lengket dan dikuasai penuh).

Mereka harus mampu membangun kerja sama tim yang baik dengan berperan aktif di posisi masing-masing atau saling mengisi posisi yang sedang kosong. Singkatnya, mereka harus mampu menguasai seluruh lapangan selama pertandingan atau permainan semaksimal mungkin. Itulah tim terbaik.

2. Pemain Pengganti (Cadangan)

Pemain cadangan tim basket
Pemain cadangan tim basket

Setiap pemain yang sedang berlaga di lapangan dapat diganti kapan saja oleh pelatih sesuai keinginan dan kebutuhan. Syaratnya, penggantian pemain dilakukan ketika bola mati (tidak sedang dimainkan), dan jam pengatur pertandingan sedang berhenti.

Tidak ada pembatasan jumlah pemain yang mau menggantikan dan digantikan setiap kali dalam proses penggantian. Atau berapa kali seorang pemain boleh menggantikan pemain lainnya.

3. Bermain dalam Tim

Cara para pemain bola basket (guard, forward dan centre) mengorganisasi diri/bekerja sama dalam tim sangat tergantung pada keterampilan mereka masing-masing. Kemampuan individu dalam suatu tim akan mempengaruhi kekuatan atau kelemahan posisi tertentu.

Dua formasi yang biasa diterapkan dalam permainan basket adalah 2 – 1 – 2 (dua guard, satu centre, dua forward) atau 1 – 2 – 2 (satu guard, dua centre dan dua forward).

4. Waktu Permainan Bola Basket

Waktu Permainan Bola Basket
Waktu Permainan Bola Basket

Suatu permainan atau pertandingan basket terdiri dari dua babak. Lamanya waktu bermain bola basket adalah 20 menit masing-masing babak dengan diselingi istirahat selama 10 menit. Jam pengatur waktu pertandingan akan berhenti setiap kali wasit meniup peluit. Ini biasa disebut bermain dengan waktu bersih.

Tapi sekarang, sering diterapkan empat babak pertandingan selama antara 10 sampai 12 menit setiap babak dengan istirahat lima menit.

Ada juga yang menerapkan waktu “kotor.” Artinya waktu terus berjalan walau wasit meniup peluit. Biasanya karena alasan keterbatasan waktu dan/atau banyaknya tim yang akan bertanding.

5. Aturan Time Out Bola Basket

Time Out Bola Basket
Time Out Bola Basket

Time out dalam permainan bola basket dilakukan karena alasan-alasan berikut:

a. Pelatih ingin menyampaikan perubahan taktik pada pemainnya.
b. Ingin mengganti sejumlah pemain
c. Hanya sekadar untuk memberi sedikit istirahat bagi timnya.

Tujuan dari time out adalah agar timnya sedapat mungkin mencetak angka lebih banyak dengan cara mengubah irama bermainnya.

Time out boleh dilakukan paling banyak dua kali di setiap babak. Bila terjadi tambahan waktu karena kedudukan angka sama, maka hanya boleh satu kali untuk setiap babak.

6. Aturan Jump Ball

Jump Ball Bola Basket
Jump Ball

Pertandingan basket selalu dimulai dari lingkaran tengah. Yaitu dua pemain yang mewakili tim masing-masing berdiri berhadapan di dalam lingkaran yang dibatasi oleh garis tengah. Kemudian wasit melempar bola ke udara di antara kedua pemain tadi.

Mereka akan melompat dan menjangkau bola lalu menepisnya ke arah temannya (bola tidak boleh ditangkap, bukan juga dipukul). Ini disebut jump ball. Pemain lainnya harus berada di luar lingkaran sampai bola disentuh atau ditepis salah seorang pemain yang di tengah lingkaran tadi.

Jump ball juga digunakan untuk memulai kembali suatu pertandingan bila ada dua pemain yang sama-sama saling menguasai atau mempertahankan bola. Dua-duanya memegang bola dan tidak melepaskannya.

7. Setelah Mencetak Angka

Setelah Mencetak Angka Bola Basket
Mencetak Angka

Apabila tim tertentu berhasil mencetak angka, maka seorang pemain dari tim bertahan (yang kemasukan bola) harus melempar atau mengoper bola dari belakang garis akhir (garis yang sejajar dengan papan pantul).

Yang perlu diperhatikan adalah ketika angka tercetak (bola masuk jaring), wasit tidak perlu meniup peluit.

8. Bola Keluar

Bola Keluar
Bola Keluar

Jika bola basket melampaui salah satu garis batas lapangan dan menyentuh lantai atau benda tertentu di luar lapangan maka bola mati, tidak bisa terus dimainkan. Tim yang anggotanya terakhir menyentuh bola akan kehilangan kesempatan untuk memainkannya.

Sebaliknya pemain lawan yang akan memulainya dengan cara mengoper dari luar garis tempat di mana bola keluar (tempat yang terdekat dengan keluarnya bola).

9. Pelanggaran dalam Bola Basket

Pelanggaran dalam Bola Basket
Pelanggaran dalam Bola Basket

Ketika terjadi suatu pelanggaran (traveling, foult, double dirbble, dll.), maka tim yang melakukan pelanggaran akan kehilangan momen menyerang.

Artinya, tim lawan yang akan menguasai bola yaitu dengan cara mengoper dari luar garis yang terdekat dengan tempat terjadinya pelanggaran tersebut.

10. Aturan Tiga Detik, Tiga Puluh Detik dan Bola Masuk

Memasukkan bola ke ring basket
Memasukkan bola ke ring basket

Dalam permainan basket tidak ada offside seperti dalam permainan sepak bola. Jadi ada kesempatan dan keuntungan besar bagi para pemain yang berpostur tinggi. Mereka bisa menunggu di bawah ring lawan untuk terus menerus mencetak angka.

Untuk mencegah ini, aturan tiga detik diberlakukan. Yaitu, seorang pemain tidak dibolehkan berdiri atau menunggu di keyhole (area kotak di bawah ring) lebih dari tiga detik.

Selain itu, tim yang sedang menguasai bola harus menembakkan bola (mencoba mencetak angka) dalam waktu tiga puluh detik. Bila tidak, wasit akan menyatakan pelanggaran tiga puluh detik dengan meniup peluit. Dengan kata lain, sebuah tim tidak diperkenankan menguasai bola lebih dari tiga puluh detik tanpa penyelesaian akhir (menembak).

Kemudian, bila bola telah melayang ke arah ring dan masuk, tidak boleh dihalangi atau didorong keluar. Juga ketika bola belum masuk tapi sudah di permukaan ring, tidak boleh ditepis keluar. Itu telah menjadi hak penembak untuk membuat/menambah angka.

11. Mencetak Angka

three point Bola Basket
Three point Bola Basket

Sebuah tembakan ke dalam jaring lawan bisa bernilai satu, dua atau tiga poin/angka, tergantung dari mana angka tersebut dibuat (bola ditembakkan). Tembakan yang bernilai satu angka atau poin biasanya berasal dari tembakan hukuman.

Tembakan hukuman selalu dilakukan dari balik garis tembakan hukuman/penalti yang terdapat dalam lingkaran di depan ring/papan. Sedangkan yang bernilai dua diperoleh kalau tembakan dilakukan dari dalam lingkaran tiga angka (yang berbentuk setengah lingkaran di sekitar ring) sepanjang permainan.

Dan yang bernilai tiga diperoleh ketika seorang pemain berhasil menembakkan bola ke jaring dari luar garis three point (tiga angka). Angkanya ditentukan oleh posisi kaki penembak. Bila saat menembak posisi kakinya di luar garis setengah lingkaran (tiga angka) akan bernilai tiga.

Tetapi bila posisi kaki berada di atas garis atau di dalam garis, maka hanya bernilai dua. Dan yang paling penting dari semuanya adalah bola harus masuk jaring baru boleh dihitung angka atau nilainya.

12. Perwasitan Bola Basket

Perwasitan Bola Basket
Perwasitan Bola Basket

Untuk permainan basket yang dilakukan bukan dalam suatu pertandingan resmi, cukup dibutuhkan seorang wasit saja.

Tetapi dalam pertandingan-pertandingan resmi, dibutuhkan dua orang wasit yang dalam permainan basket dikenal dengan sebutan referee dan umpire dan beberapa petugas lainnya.

Wasit yang memimpin bertanggung jawab penuh dalam mengontrol jalannya pertandingan. Dia mengontrol dengan cara meniup peluit sebagai tanda permainan berhenti dan/atau memberi hukuman.

Keputusan wasit terhadap sesuatu yang terjadi di dalam lapangan adalah mutlak. Tidak dapat diganggu gugat. Bahkan bila nekad memprotes, dia (tim yang melakukan protes) akan mendapat denda.

Dendanya berupa membayar sejumlah uang sesuai kesepakatan awal sebelum seluruh rangkaian pertandingan dilaksanakan. Dia juga menyetujui hasil akhir sebuah pertandingan dengan menandatangani lembar catatan angka.

Selain wasit utama atau referee, ada juga seorang wasit lain yang dikenal dengan umpire (wasit kedua). Kedua-duanya memiliki kedudukan dan kuasa yang sama. Posisi berdirinya saja yang berbeda yaitu yang satu di depan dan yang lainnya di belakang para pemain saat bertanding.

Wasit yang berada di depan pemain disebut referee, sedangkan yang berada di belakang disebut umpire. Mereka berdua bisa saling bertukar posisi atau kedudukan.

Selain posisi berdiri, juga pelanggaran atau kejadian yang terdekat dengannya. Maksudnya, bila satu di antara keduanya lebih dahulu meniup peluit dan menyatakan ada pelanggaran berarti pada saat itu ia adalah referee dan yang lainnya umpire. Begitu seterusnya secara bergantian selama dan sampai berakhir suatu pertandingan.

Dalam suatu pertandingan basket yang resmi, diperlukan pula petugas-petugas lain di samping wasit.

Petugas-petugas yang dimaksud adalah: Pertama, seorang pencatat. Yang dicatat adalah angka yang dibuat setiap pemain, pelanggaran yang dilakukan oleh seorang pemain, time out, tembakan hukuman yang berhasil, maupun yang gagal.

Demikian pula halnya dengan pemain pengganti. Maka, setiap ada pemain yang mau menggantikan harus terlebih dahulu melapor agar nomor kostumnya dicatat oleh petugas tadi.

Kedua, pengontrol waktu. Tugasnya adalah mengontrol penunjuk waktu pertandingan yaitu dengan memberhentikan atau mematikan dan menjalankan atau menghidupkan kembali jika terjadi pelanggaran, time out dan lain-lain selama pertandingan.

Pencatat angka dan pengontrol waktu dalam permainan basket disebut table officials (petugas meja).

Lihat juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close